Mengoptimalkan Rantai Pasok: Mengenal Jenis dan Fungsi Container Logistik
Dalam dunia logistik internasional, container (peti kemas) adalah tulang punggung perdagangan global. Penggunaan container standar tidak hanya memudahkan proses bongkar muat, tetapi juga melindungi barang dari kerusakan selama perjalanan jauh melalui laut, darat, maupun udara.
Jika Anda sering mendengar istilah seperti Docker atau Kubernetes, maka Anda sedang bersinggungan dengan teknologi container. Namun, apa sebenarnya container itu dan mengapa bisnis Anda membutuhkannya?
Apa Itu Container Logistik ?
Container logistik merupakan wadah standar berbahan baja untuk mengangkut barang secara efisien dan aman. Standarisasi ukuran (biasanya oleh ISO) memudahkan perpindahan container ini dari kapal ke truk atau kereta api tanpa perlu membongkar isinya (intermodal transport).
Jenis-Jenis Container yang Sering Digunakan
Pemilihan jenis container yang tepat sangat krusial untuk menjaga kualitas barang dan menekan biaya operasional. Berikut adalah beberapa jenis yang paling umum:
- Dry Storage Container Banyak orang menggunakan jenis ini untuk mengangkut barang kering dalam kemasan karton, palet, atau karung. Unit ini tersedia dalam ukuran standar 20 kaki dan 40 kaki.
- Reefer Container (Peti Kemas Pendingin) Container ini memiliki sistem pengatur suhu khusus. Fungsinya mendukung pengiriman barang yang mudah busuk seperti buah-buahan, sayuran, daging, atau produk farmasi.
- Open Top Container Model ini memiliki atap yang bisa terbuka (biasanya menggunakan penutup terpal). Desain ini mempermudah masuknya barang dengan tinggi berlebih atau mesin berat melalui derek (crane).
- Flat Rack Container Container ini hanya memiliki dinding pada bagian ujung. Desain uniknya sangat ideal untuk membawa barang dengan ukuran tidak beraturan atau beban sangat berat seperti kendaraan besar dan material konstruksi.



